“Kegiatan
Meningkatkan Keterampilan Ibu-ibu Rumah Tangga
RW. 06 Bukit Indah PPN Kelurahan Seketeng
Kec. Sumbawa Kab. Sumbawa
Dalam Membuat Dodol Pona Tahun
2015 “
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sesuai dengan amanat UU No. 20 tahun 2003 tentan Sistem Pendidikan
Nasional, yang diikuti oleh PP No.19 tahun 2005 tentang UU Guru dan Dosen,
bahwa guru sebagai sebuah profesi harus memenuhi beberapa kompetensi. Salah satu
elemen kompetensi yang harus melekat pada profesi guru tercakup dalam rumpun
kompetensi sosial yaitu kemampuan pendidikan/guru sebagai bagian dari
masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik,
sesama didik, dan masyarakat sekitar.
Setelah diberlakukan Undang-Undang No.32 tahun 2004 tentang Pemerintah
daerah, terjadi perubahan yang mendasar dalam bidang pemerintahan, dari
bpemerintahan yang bersifat sentralistik
ke desentralisasi . dengan perubahan tersebut, maka pemerintah daerah
memilki peran yang sangat besar , sehingga memerlukan sumber daya yang berkualitas,
agar sumber daya yang ada di suatu daerah dapat dikelolah dengan baik.
Sumber belajar tidak hanya
terbatas pada bahan dan alat yang di gunakan dalam proses pembelajaran,tetapi
dapat mencakup berbagai hal yang dapat di gunakan untuk membantu setiap orang
untuk belajar.Sumber belajar ada yang sengaja dikembangkan atau diusahakan dan
ada yang dimanfaatkan ,karena telah tersedia seperti halnya lingkungan.Menurut
Sudjana (2000), pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan sangat membantu
dalam proses pembelajaran. Sumber daya yang dapat di manfaatkan dalam
pembelajaran berwawasan kemasyarakatan adalah sumber daya manusia, sumber daya
alam, sumber daya budaya,dan sumber daya teknologi. Sumber daya manusia
merupakan salah satu sumber daya yang dapat mempengaruhi berlangsungnya proses
pembelajaran secara maksimal. Sumber daya manusia adalah aset yang sangat
penting untuk memanfaatkan sumber daya lainnya dan sumber daya alam yang dapat
dimanfaatkan mencakup pada sumber daya hayati (hewan, tumbuhan), sumber daya
non hayati (tanah, air, udara, energi) ,dan sumber daya buatan yang telah
diolah oleh sumber daya manusia (sawah, jalan, pemukiman, pasar,dsb).
Daerah Bukit Indah PPN merupakan daerah yang cukup kaya akan sumber
daya alamnya,akan tetapi faktor sumberdaya manusia yang ada, sebagian masih
belum bisa di unggulkan di banding daerah lain di sekitarnya. semua ini di
karenakan terbatasnya sarana pelatihan dan pembinaan masyarakat dalam proses
pengembangan sumber daya manusia pada bidang-badang tertentu sehingga
pemanfaatan sumber daya alam masih belum digunakan secara maksimal.
Sebagai bentuk dari proses
pengembangan sumber daya manusia di daerah Bukit Indah PPN, maka di adakan
kegiatan pembinaan pada satu kelompok warga binaan tentang pemanfaatan buah
labu (pona dalam bahasa daerah setempat) untuk dijadikan dodol, sebab
diadakannya kegiatan pembinaan ini dilakukan karena keterbatasan pengetahuan
para ibu rumah tangga tentang cara membuat dodol pona yang benar dan sesuai
dengan ilmunya sehingga kegiatan pembinaan ini bisa jadi suatu kegiatan yang
positif untuk warga binaan,hasilnyapun akan maksimal,dan prosesnya akan lebih
efektif jika dilakukan sesuai ilmunya. Semua kegiatan ini dilakukan secara
rutin sesuai waktu kegiatan pembinaan yang telah ditetapkan dan disetujui
bersama warga binaan.
B.
Tujuan
1. Menambah pengetahuan tentang cara
membuat Dodol Pona dengan benar bagi ibu-ibu rumah tangga yang ada di
lingkungan RW 06 PPN Bukit Indah Kelurahan Seketeng .
2. Supaya Keterampilan ibu-ibu rumah
tangga ini bisa menjadi sebuah peluang usaha
yang memiliki prospek cerah untuk kedepannya, terutama di daerah Rw. 06
Bukit Indah PPN Sehingga berpengaruh pada peningkatan perekonomian khususnya
ekonomi warga binaan.
3. Mengurangi tingkat pengangguran di
lingkungan sekitar
C.
Hasil Yang Diharapkan
1. Kegitan ini dapat melatih
pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu dalam hal membuat Dodol pona.
2.
Kelompok
ibu-ibu rumah tangga yang dibina mampu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga
3. Kegiatan ini dapat menciptakan
lapangan kerja bagi warga belajar RW.06 PPN Bukit Indah Kelurahan Seketeng
Kecamatan Sumbawa Kabupaten Sumbawa.
BAB II
PELAKSANAAN
PROGRAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN IBU-IBU RUMAH TANGGA DALAM MEMBUAT DODOL PONA
A.
Tempat,
Waktu Pelaksanaan dan Sasaran
1.
Tempat
:
Pelaksanaan kegiatan pelatihan
membuat dodol pona dilaksanakan di rumah praktikan yang beralamat di RT.
02/RW.06 PPN Bukit Indah Kelurahan Seketeng Kec. Sumbawa Kab. Sumbawa.
2.
Waktu
Pelaksanaan
Waktu kegiatan pembinaan
dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan bulan November. Mahasiswa dan
seluruh warga binaan (WB) sepakat untuk melaksanakan kegiatan pembinaan
sebanyak 4 kali pertemuan pada sore hari dan dilaksanakan pada hari kamis dan
jum’at.
Tabel 1 : Jadwal Kegiatan
|
No.
|
Kegiatan
|
Oktober
|
November
|
Desember
|
|||||||||
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||
|
1
|
Tahap Persiapan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
1.
Identifikasi masalah
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
2.
Perekrutan warga belajar (WB)
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
3.
Penyampaian Program kegiatan
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
4.
Pengajuan ijin kegiatan
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
2
|
Tahap Pelaksanaan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
1.
Kegiatan Teori
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
2.
Kegiatan Praktek
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
3.
Kegiatan evaluasi
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|
|||||
|
3
|
Tahap Pelaporan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
-
Penyusunan
laporan
|
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|||||
|
-
Pengumpulan
laporan
|
|
|
√
|
|
|
|
|
|
|||||
3.
Sasaran
Adapun sasaran dalam kegiatan
pembinaan ini yaitu beberapa orang ibu rumah tangga yang berada di lingkungan
RW. 06 PPN Bukit Indah Kelurahan Seketeng yang disatukan menjadi 1 kelompok
warga binaan diantaranya :
DAFTAR
NAMA WARGA BINAAN
|
No.
|
Nama
|
Umur
|
Alamat
|
|
1
|
Binti
Sari
|
60 thn
|
RT.
07/RW.06 PPN Bukit Indah Kel. Seketeng, Kec.
|
|
2
|
Rohani
|
55 thn
|
RT. 02/RW.06 PPN Bukit Indah Kel. Seketeng, Kec. Sumbawa
|
|
3
|
Ramlah
|
64 thn
|
RT.
07/RW.06 PPN Bukit Indah Kel. Seketeng, Kec.
|
|
4
|
Hernawati
|
33 thn
|
RT. 02/RW.06 PPN Bukit Indah Kel. Seketeng, Kec. Sumbawa
|
|
5
|
Nita
|
28 thn
|
RT. 02/RW.06 PPN Bukit Indah Kel. Seketeng, Kec. Sumbawa
|
|
6
|
Naning
Sudiarwati
|
29 thn
|
RT. 02/RW.06 PPN Bukit Indah Kel. Seketeng, Kec. Sumbawa
|
|
7
|
Sulhiah
|
33 thn
|
RT. 02/RW.06 PPN Bukit Indah Kel. Seketeng, Kec. Sumbawa
|
|
8
|
Fatmawati
|
28 thn
|
RT.
07/RW.06 PPN Bukit Indah Kel. Seketeng, Kec.
|
B.
Materi
Pelatihan
Untuk
materi kegiatan membuat dodol pona ini meliputi :
1.
Penjelasan
tentang manfaat dan cara mengolah buah
pona secara umum
Buah pona (labu kuning)
Labu merupakan salah satu sayuran
yang banyak ditanam dan memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan vitamin
untuk kesehatan. Labu memiliki kandungan rendah kalori serta diperkaya dengan
kandungan vitamin A, flavonoid poli-fenolik antioksidan seperti leutin,
xanthin, dan karoten. Labu termasuk dalam tumbuhan yang cepat tumbuh dan masuk
dalam jenis keluarga Cucurbitaceae. Labu adalah salah satu tanaman yang paling
populer dibudidayakan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Labu sangat
bervariasi dalam bentuk, ukuran dan warna. Umumnya ukuran labu adalah 4-6 kg
dan mampu mencapai berat terbesar yaitu 25 kg. Pada umumnya berwarna orange
atau kuning beberapa varietas menunjukkan warna hijau gelap, coklat dan abu-abu.
Warnanya sangat dipengaruhi oleh pigmen kuning-oranye pada kulitnya.
Manfaat buah labu
Manfaat
labu untuk kesehatan yaitu untuk menstabilkan gula darah dengan menjaga pola
makan karena kandungan labu merupakan jenis kalori yang rendah gula, meskipun
demikian tetap memberikan manfaat untuk tubuh kita dengan memberikan sumber
energi. Kandungan magnesium yang terdapat pada labu membuat kita lebih tenang
karena mampu membuat rileks saraf, selain itu biji labu mengandung zat besi
yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan terutama anemia yang sering
terjadi pada wanita. Bagi orang yang ingin melancarkan pencernaan konsumsi labu
untuk menjaga pencernaan terutama usus manusia. kita dapat membuat olahan labu
secara bervariasi dari mulai sayur labu atau cemilan yang berbahan dasar labu
seperti dodol pona (labu kuning).
Prospek usaha buah pona (labu)
Buah
labu banyak mengandung vitamin C, vitamin A, juga serat. Tak cuma kolak, labu
kuning bisa diolah menjadi aneka macam makanan, baik yang bercita rasa gurih
atau manis.Soal rasa, tak perlu diragukan. Tapi anehnya, walau sedap dan luwes,
labu kuning kurang populer di kalangan masyarakat kita. Lihat saja para tukang
sayur keliling, mereka cuma menjajakan labu kuning pada saat bulan Ramadhan
sebagai bahan baku untuk membuat kolak. Hal ini tentu sangat disayangkan.
Sebab, labu kuning sebenarnya sangat baik untuk dikonsumsi karena memiliki
kandungan gizi yang tinggi, salah satunya pro-vitamin A.
Andaikata setiap hari per orang memakan 70 gram labu kuning, itu cukup untuk memenuhi jumlah asupan vitamin A yang diperlukan oleh tubuh. Kalau buah ini dibuat tepung, cukup hanya mengonsumsi 2,5 gram per hari,” kata Dr Ir Murdijati Gardjito, ketua Kelompok Pemerhati Labu Kuning Yogyakarta. Selain itu, labu kuning juga mengandung vitamin C, serat, dan karbohidrat yang cukup tinggi.Melihat kandungan gizinya, olahan dari labu kuning sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang tua. Lewat sejumlah penelitian yang dilakukan para ahli diketahui pula, labu kuning memainkan peranan penting dalam mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus (kencing manis), arterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), jantung koroner, tekanan darah tinggi, bahkan bisa pula mencegah kanker. Labu kuning merupakan satu-satunya buah yang awet/tahan lama. Labu kuning akan awet asal disimpan di tempat yang bersih dan kering, serta tidak ada luka pada buah ini.
Jika sampai luka, labu kuning akan mengeluarkan semacam gas yang bisa memicu terjadinya berbagai macam perubahan di bagian dalam buah. Seperti dikatakan Murdijati, labu kuning yang bagus bisa disimpan sampai tiga bulan tanpa ada perubahan yang berarti. ”Namun, kalau disimpan selama enam bulan biasanya beratnya sudah turun,” katanya. Buah yang dikenal dengan sejumlah nama lain seperti: waluh, labu merah, labu manis, labu parang (Jawa Barat) atau pumpkin (Inggris) ini, tak cuma dikenal di Indonesia.
Bahkan di sejumlah negara, labu kuning telah dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Tak cuma dibuat makanan atau tepung, buah ini juga dimanfaatkan untuk membuat kosmetik. Aneka olahan dari labu kuning. Sungguh sayang, jika labu kuning cuma dibuat kolak, sayur lodeh, atau sayur bobor. Sebab, buah ini bisa disulap menjadi aneka makanan atau minuman dengan cita rasa yang lezat dan tampilan yang cantik..
Andaikata setiap hari per orang memakan 70 gram labu kuning, itu cukup untuk memenuhi jumlah asupan vitamin A yang diperlukan oleh tubuh. Kalau buah ini dibuat tepung, cukup hanya mengonsumsi 2,5 gram per hari,” kata Dr Ir Murdijati Gardjito, ketua Kelompok Pemerhati Labu Kuning Yogyakarta. Selain itu, labu kuning juga mengandung vitamin C, serat, dan karbohidrat yang cukup tinggi.Melihat kandungan gizinya, olahan dari labu kuning sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang tua. Lewat sejumlah penelitian yang dilakukan para ahli diketahui pula, labu kuning memainkan peranan penting dalam mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus (kencing manis), arterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), jantung koroner, tekanan darah tinggi, bahkan bisa pula mencegah kanker. Labu kuning merupakan satu-satunya buah yang awet/tahan lama. Labu kuning akan awet asal disimpan di tempat yang bersih dan kering, serta tidak ada luka pada buah ini.
Jika sampai luka, labu kuning akan mengeluarkan semacam gas yang bisa memicu terjadinya berbagai macam perubahan di bagian dalam buah. Seperti dikatakan Murdijati, labu kuning yang bagus bisa disimpan sampai tiga bulan tanpa ada perubahan yang berarti. ”Namun, kalau disimpan selama enam bulan biasanya beratnya sudah turun,” katanya. Buah yang dikenal dengan sejumlah nama lain seperti: waluh, labu merah, labu manis, labu parang (Jawa Barat) atau pumpkin (Inggris) ini, tak cuma dikenal di Indonesia.
Bahkan di sejumlah negara, labu kuning telah dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Tak cuma dibuat makanan atau tepung, buah ini juga dimanfaatkan untuk membuat kosmetik. Aneka olahan dari labu kuning. Sungguh sayang, jika labu kuning cuma dibuat kolak, sayur lodeh, atau sayur bobor. Sebab, buah ini bisa disulap menjadi aneka makanan atau minuman dengan cita rasa yang lezat dan tampilan yang cantik..
Jika
biasanya buah labu hanya di buat kolak, maka di sini dikembangkan lagi menjadi
olahan makanan yang lain yaitu “dodol pona (labu)” yang pasti tidak mengubah
rasa asli dari labu itu sendiri. Dan tujuan lain dari penggunaan labu sebagai
bahan dasar bolu ini adalah karena labu memiliki rasa manis yang sehingga bisa
meminimalisir penggunaan gula. Dari situ bisa kita lihat dari segi ekonomi kita mampu menghemat
penggunaan gula dengan menggantinya dengan buah labu
2.
Alat
– alat dan bahan serta cara membuat dodol pona antara lain :
a.
Bahan
–bahan :
-
Buah
pona (labu kuning)

-
Kelapa

-
Gula
putih

-
Vanilli

b.
Alat
– alat :
-
Parutan
kelapa
-
Pisau
-
Wajan
-
Kompor
-
Baskom
-
Gelas
-
Loyang
-
Gunting
-
Lesung
-
Kertas/platik
untuk membungkus
-
Plastic
Mika
c.
Cara
membuat dodol pona :
1. Kupas dan potong pona (labu) menjadi
beberapa bagian kecil kemudian direbus / dikukus
2. Sementara itu parut kelapa lalu disangrai.
3. Kelapa yang telah disangrai kemudian
ditumbuk sampai halus dan mengeluarkan sedikit minyak
4. Angkat pona (labu) yang telah masak lalu
haluskan sampai tidak adalah adonan yang menggumpal.
5. Untuk mendapatkan dodol yang baik
takaran antara pona halus dan gula 1:1 untuk mendapatkan rasa yang pas.
6. Campurkan semua bahan menjadi satu
di dalam wajan besar sambil diaduk sampai semua bahan tercampur rata tambahkan
vanili secukupnya.
7. Masak adonan di atas api sambil
terus diaduk selama ±2 jam sampai adonan benar-benar masak dan tidak lengket di
wajan.
8. Setelah adonan masak lalu tuangi ke
dalam loyang yang telah disiapkan lalu ratakan sesuai dengan ketebalan yang
diinginkan.
9. Dodol pona harus segera dipotong
kecil persegi dalam keadaan panas untuk menghindari dodol pecah apabila
dipotong dalam keadaan dingin.
10. Setelah potongan dodol benar-benar
dingin siap untuk dibungkus dan dikemas.
Materi di atas merupakan materi yang
harus dikuasai oleh peserta pelatihan sehingga setelah selesai pelatihan
peserta dapat mempraktikkannya di lingkungan masyarakat sesuai dengan minat,
bakat serta potensi yang dimilikinya.
C.
Strategi dan Deskripsi Jalannya Kegiatan
a.
Pada
tahap persiapan
-
Identifikasi
masalah
Pada 22 Oktober 2015 penulis mengadakan
identifikasi masalah dengan melakukan pengamatan di lingkungan sekitar dengan hasil
bahwa ibu-ibu kurang memanfaatkan waktu dan potensinya untuk kegiatan yang
bermanfaat. Setelah diadakan pengamatan maka diputuskan melakukan kegiatan pembinaan
yang dapat menjadi bekal ibu-ibu rumah tangga untuk berwirausaha.
-
Pengajuan
ijin
Pada tanggal 23 Oktober 2015
mahasiswa mengajukan ijin kepada Ketua RW 06 PPN Bukit Indah Kelurahan Seketeng
yaitu Bpk. Iskandar Tani untuk mengadakan kegiatan Praktek Membuat Dodol Pona
bagi ibu-ibu rumah tangga yang ada di lingkungan tersebut.
-
Rekrutmen
warga belajar (WB)
Tanggal 24 Oktober 2015 mahasiswa
praktikan menemui beberapa ibu-ibu rumah tangga di lingkungan RW 06 PPN Bukit
Indah Kelurahan Seketeng untuk diajak bergabung dalam kegiatan pelatihan dengan
mengisi biodata pada formulir yang telah disediakan.
-
Penyampaian
program kegiatan
Tanggal 25 Oktober 2015 mahasiswa
menyampaikan program kegiatan yang akan dilaksanakan bersama dengan warga
belajar. Kegiatan yang akan dilaksanakan
disesuaikan dengan minat ibu-ibu rumah tangga di lingkungan RW 06 PPN Bukit
Indah Kelurahan Seketeng. Waktu pelaksanaan kegiatan dimusyawarahkan bersama
dengan peserta pelatihan.
b.
Tahap
pelaksanaan
-
Kegiatan
teori
Pembelajaran dilaksanakan 1 kali
pertemuan di rumah praktikan yaitu pada tanggal 7 November 2015 dengan tatap
muka secara langsung dan dilakukan pada sore hari. Narasumber memberikan materi
yang mudah dipahami dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab,
demonstrasi dan pengamatan. Agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan
baik, dalam kegiatan tidak bersifat kaku artinya kedudukan kita sama tidak ada
yang lebih tinggi dan ibu-ibu mempunyai kebebasan untuk mengeluarkan ide atau
gagasan dalam kegiatan pembinaan.
-
Kegiatan
praktik
Pada hari Minggu tanggal 8 November
2015 mahasiswa bersama warga binaan mengadakan kegiatan praktik membuat dodol
pona sesuai dengan teori yang telah dipelajari sebelumnya. Kegiatan praktik
dilaksanakan pada pagi hari karena proses membuat Dodol pona butuh waktu
sedikit lama. Kegiatan berlangsung sangat antusias. Semua peserta pelatihan
aktif mengikuti kegiatan praktik.
-
Kegiatan
evaluasi
Pada tanggal 9 November 2015
melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi hasil kegiatan pelatihan membuat
dodol pona. Hasil yang diperoleh pada pelatihan ini sangat memuaskan. Tekstur
dan rasa dodol pona sesuai dengan yang
diharapkan.
c.
Tahap
pelaporan
Setelah pelatihan dilaksanakan maka tahap
selanjutnya adalah membuat laporan hasil pelatihan. Pada tanggal 22 November
2015 mahasiswa melakukan konsultasi laporan hasil kegiatan sebelum dikumpulkan.
Tutor mengadakan koreksi terhadap hasil laporan yang tidak sesuai dengan yang
diharapkan. Laporan hasil pelatihan praktik membuat dodol pona dibuat dalam
rangkap 3 yaitu :
1.
Dikirim
sebagai bukti ke UPBJJ Mataram
2.
Diserahkan
ke pengelola Pokjar Sumbawa
3.
Arsip
mahasiswa
BAB
III
TEMUAN
DAN HASIL
A. TEMUAN
DAN HASIL EVALUASI PROSES
Dari proses pelaksanaan kegiatan terdapat beberapa temuan baik yang bersifat positif maupun
negative antara lain:
-
Temuan
positif :
a. Tingkat kehadiran warga belajar
sangat tinggi. Dari 4 kali pertemuan tingkat kehadiran warga belajar mencapai
100%.
b. Proses pembelajaran berlangsung
sangat kooperatif. Hampir semua anggota
kelompok mengajukan argument dalam diskusi (problem solving)
c. Proses pembelajaran berlangsung
sangat antusias. Semua warga belajar aktif dalam mengikuti pembelajaran.

-
Temuan Negatif
a. Sarana pembelajaran yang sangat
terbatas.
b. Waktu kegiatan yang selalu harus
disesuaikan dengan kesempatan warga belajar.
B. TEMUAN
DAN HASIL EVALUASI PRODUK
1. Tahap Persiapan Pelaksanaan Kegiatan
Praktek Membuat Dodol Pona

Keterangan :
Kriteria penilaian :
0 : tidak ada
1 : ada sedikit
2 : ada tidak lengkap
3 : ada semua
Nilai
Akhir 
Kualifikasi
nilai :
81 – 100 : amat baik
61 – 81 : baik
41 – 60 : cukup
≤21 – 40 : kurang
2. Tahap Pelaksanaan Kegiatan Praktek
Membuat Dodol Pona

Keterangan :
Kriteria penilaian :
0 : gagal
1 : cukup
2 : bagus
3 : bagus sekali
Nilai
Akhir 
Kualifikasi
nilai :
81 – 100 : amat baik
61 – 81 : baik
41 – 60 : cukup
≤21 – 40 : kurang
3. Hasil Pelaksanaan Kegiatan Praktek
Membuat Dodol Pona

Keterangan :
Kriteria penilaian :
0 : gagal
1 : cukup
2 : bagus
3 : bagus sekali
Nilai
Akhir 
Kualifikasi
nilai :
81 – 100 : amat baik
61 – 81 : baik
41 – 60 : cukup
≤21 – 40 : kurang
C. PEMBAHASAN
Berdasarkan data pada temuan dan hasil evaluasi proses dan
produk kendala yang dihadapi adalah minimnya sarana pembelajaran untuk
mendukung keberhasilan kegiatan pelatihan. Idealnya sarana pembelajaran yang
sangat efektif pada kegiatan ini menggunakan LCD atau youtube untuk memaparkan
materi pelatihan agar mudah dan cepat dipahami oleh warga belajar. Tetapi untuk
mengatasi hal ini saya fotocopy bahan
materi pelatihan untuk dibagikan kepada masing-masing warga belajar.
Pada tahap pelaksanaan kegiatan
praktik pembuatan dodol pona hasil yang dicapai tidak mencapai 100% yaitu pada
aspek keaktifan . Hal ini disebabkan oleh 3 orang warga belajar tersebut masih
mempunyai balita yang pada waktu tertentu harus pulang untuk menyusui anak
mereka. Tetapi walaupun demikian prosedur kerja dalam membuat dodol pona telah
mereka kuasai sehingga tidak berpengaruh pada hasil akhir. Hal ini terbukti
dari rasa, tekstur dan kematangan produk hasilnya sangat memuaskan.
Dari hasil pembuatan Dodol Pona
memiliki prospek yang sangat menjanjikan, karena dodol pona ini sangat diminati
oleh masyarakat sebagai salah satu oleh-oleh khas daerah Sumbawa.
Untuk membuat 1 kg Dodol Pona
seharga Rp. 80.000 per kilogram maka diperlukan biaya produksi sebagai berikut
:
|
No.
|
Bahan
|
Banyaknya
|
Harga (RP)
|
|
1
|
Pona (labu)
|
2 kg
|
15.000
|
|
2
|
Gula putih
|
1 kg
|
8.000
|
|
3
|
Kelapa
|
1 butir
|
5.000
|
|
4
|
Vanilli
|
secukupnya
|
5.000
|
|
5
|
Minyak tanah
|
1 botol
|
5.000
|
|
Jumlah
|
38.000
|
||
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa untuk membuat 1 kg
Dodol Pona memerlukan biaya Rp. 38.000 dengan harga jual 1 kg Rp. 80.000 maka
keuntungan yang diperoleh dalam 1 kg yaitu Rp. 42.000. Dalam 1 kg Dodol pona
dapat dikemas dalam kemasan kotak sebanyak 8 kotak dengan harga per kotak RP.
10.000. Dengan demikian jika ingin membuat Dodol pona sebanyak 100 kotak sehari
maka memerlukan 12,5 kg pona (labu) dengan keuntungan yang akan diperoleh
sebesar Rp. 525.000.
D. GAMBARAN
KEAKTIFAN
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa :
-
kegiatan
praktek membuat dodol pona yang diikuti oleh 8 orang ibu-ibu rumah tangga di
lingkungan RW 06 PPN Bukit Indah Kelurahan Seketeng berjalan secara aktif dan
sesuai dengan prosedur yang diberikan oleh pemateri.
-
Hasil
kegiatan benar-benar mendekati sempurna karena dilihat dari nilai rata-rata
yang diperoleh warga belajar kategori sangat memuaskan. Hal ini membuktikan
bahwa kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi warga belajar untuk
meningkatkan keterampilan mereka dalam membuat dodol pona.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan
paparan kegiatan pembahasan temuan proses dan produk maka dapat disimpulkan
bahwa kegiatan praktik membuat Dodol Pona dapat :
1. Menambah pengetahuan tentang cara
membuat Dodol Pona dengan benar bagi ibu-ibu rumah tangga yang ada di
lingkungan RW 06 PPN Bukit Indah Kelurahan Seketeng .
2. Keterampilan ibu-ibu rumah tangga
ini bisa menjadi sebuah peluang usaha
yang memiliki prospek cerah untuk kedepannya, terutama di daerah Rw. 06
Bukit Indah PPN Sehingga berpengaruh pada peningkatan perekonomian khususnya
ekonomi warga binaan.
3. Mengurangi tingkat pengangguran di
lingkungan sekitar
B.
Saran
Mengingat
kegiatan pembinaan ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu rumah tangga maka dapat
disarankan hal-hal sebagai berikut :
1. Agar sering dilaksanakan kegiatan
semacam ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat
meningkatkan nilai ekonomi keluarga
2. Kegiatan semacam ini perlu
mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat khususnya pemerintah kelurahan
agar nantinya dapat memanfaatkan sumber daya yang ada sehingga pada akhirnya
meningkatkan pendapatan masyarakat desa.
C.
Tindak Lanjut
Kegiatan
pembinaan ini perlu ditindaklanjuti melalui beberapa kegiatan berikutnya berupa
:
1. Pendampingan para warga belajar agar
selesai dari pelatihan ini dapat mengimplementasikan pengetahuan dan
keterampilan dalam kehidupan sehari-hari
2. Perlu dijalin kerjasama dengan pihak
pemerintah agar warga binaan dapat memperoleh fasilitas dalam bentuk peralatan
maupun permodalan agar mereka bisa mengembangkan diri dan meningkatkan
produktifitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar