-->

Minggu, 09 Oktober 2016

Tugas Mata Kuliah PBK UT





“Kegiatan Meningkatkan Keterampilan Ibu-ibu Rumah Tangga 
RW. 06 Bukit Indah PPN Kelurahan Seketeng 
Kec. Sumbawa Kab. Sumbawa 
Dalam Membuat Dodol Pona Tahun 2015   


 
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sesuai dengan amanat UU No. 20 tahun 2003 tentan Sistem Pendidikan Nasional, yang diikuti oleh PP No.19 tahun 2005 tentang UU Guru dan Dosen, bahwa guru sebagai sebuah profesi harus memenuhi beberapa kompetensi. Salah satu elemen kompetensi yang harus melekat pada profesi guru tercakup dalam rumpun kompetensi sosial yaitu kemampuan pendidikan/guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama didik, dan masyarakat sekitar.
Setelah diberlakukan Undang-Undang No.32 tahun 2004 tentang Pemerintah daerah, terjadi perubahan yang mendasar dalam bidang pemerintahan, dari bpemerintahan yang bersifat sentralistik  ke desentralisasi . dengan perubahan tersebut, maka pemerintah daerah memilki peran yang sangat besar , sehingga memerlukan sumber daya yang berkualitas, agar sumber daya yang ada di suatu daerah dapat dikelolah dengan baik.
Sumber belajar tidak hanya terbatas pada bahan dan alat yang di gunakan dalam proses pembelajaran,tetapi dapat mencakup berbagai hal yang dapat di gunakan untuk membantu setiap orang untuk belajar.Sumber belajar ada yang sengaja dikembangkan atau diusahakan dan ada yang dimanfaatkan ,karena telah tersedia seperti halnya lingkungan.Menurut Sudjana (2000), pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan sangat membantu dalam proses pembelajaran. Sumber daya yang dapat di manfaatkan dalam pembelajaran berwawasan kemasyarakatan adalah sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya budaya,dan sumber daya teknologi. Sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya yang dapat mempengaruhi berlangsungnya proses pembelajaran secara maksimal. Sumber daya manusia adalah aset yang sangat penting untuk memanfaatkan sumber daya lainnya dan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan mencakup pada sumber daya hayati (hewan, tumbuhan), sumber daya non hayati (tanah, air, udara, energi) ,dan sumber daya buatan yang telah diolah oleh sumber daya manusia (sawah, jalan, pemukiman, pasar,dsb).
Daerah  Bukit Indah PPN  merupakan daerah yang cukup kaya akan sumber daya alamnya,akan tetapi faktor sumberdaya manusia yang ada, sebagian masih belum bisa di unggulkan di banding daerah lain di sekitarnya. semua ini di karenakan terbatasnya sarana pelatihan dan pembinaan masyarakat dalam proses pengembangan sumber daya manusia pada bidang-badang tertentu sehingga pemanfaatan sumber daya alam masih belum digunakan secara maksimal.
Sebagai bentuk dari proses pengembangan sumber daya manusia di daerah Bukit Indah PPN, maka di adakan kegiatan pembinaan pada satu kelompok warga binaan tentang pemanfaatan buah labu (pona dalam bahasa daerah setempat) untuk dijadikan dodol, sebab diadakannya kegiatan pembinaan ini dilakukan karena keterbatasan pengetahuan para ibu rumah tangga tentang cara membuat dodol pona yang benar dan sesuai dengan ilmunya sehingga kegiatan pembinaan ini bisa jadi suatu kegiatan yang positif untuk warga binaan,hasilnyapun akan maksimal,dan prosesnya akan lebih efektif jika dilakukan sesuai ilmunya. Semua kegiatan ini dilakukan secara rutin sesuai waktu kegiatan pembinaan yang telah ditetapkan dan disetujui bersama warga binaan.

B.     Tujuan
1.      Menambah pengetahuan tentang cara membuat Dodol Pona dengan benar bagi ibu-ibu rumah tangga yang ada di lingkungan RW 06 PPN Bukit Indah Kelurahan Seketeng .
2.      Supaya Keterampilan ibu-ibu rumah tangga ini bisa menjadi sebuah peluang usaha  yang memiliki prospek cerah untuk kedepannya, terutama di daerah Rw. 06 Bukit Indah PPN Sehingga berpengaruh pada peningkatan perekonomian khususnya ekonomi warga binaan.
3.      Mengurangi tingkat pengangguran di lingkungan sekitar

C.    Hasil Yang Diharapkan
1.      Kegitan ini dapat melatih pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu dalam hal membuat Dodol pona.
2.      Kelompok ibu-ibu rumah tangga yang dibina mampu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga
3.      Kegiatan ini dapat menciptakan lapangan kerja bagi warga belajar RW.06 PPN Bukit Indah Kelurahan Seketeng Kecamatan Sumbawa Kabupaten Sumbawa.
  



BAB II
PELAKSANAAN PROGRAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN IBU-IBU RUMAH TANGGA DALAM MEMBUAT DODOL PONA

A.    Tempat, Waktu Pelaksanaan dan Sasaran
1.      Tempat :
Pelaksanaan kegiatan pelatihan membuat dodol pona dilaksanakan di rumah praktikan yang beralamat di RT. 02/RW.06 PPN Bukit Indah Kelurahan Seketeng Kec. Sumbawa Kab. Sumbawa.  
2.      Waktu Pelaksanaan
Waktu kegiatan pembinaan dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan bulan November. Mahasiswa dan seluruh warga binaan (WB) sepakat untuk melaksanakan kegiatan pembinaan sebanyak 4 kali pertemuan pada sore hari dan dilaksanakan pada hari kamis dan jum’at.

Tabel 1 : Jadwal Kegiatan
No.
Kegiatan
Oktober
November
Desember
3
4
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
Tahap Persiapan













1.       Identifikasi  masalah












2.       Perekrutan warga belajar (WB)












3.       Penyampaian Program kegiatan












4.       Pengajuan ijin kegiatan











2
Tahap Pelaksanaan













1.       Kegiatan  Teori












2.       Kegiatan Praktek












3.       Kegiatan evaluasi











3
Tahap Pelaporan













-         Penyusunan laporan












-          Pengumpulan laporan












3.      Sasaran
Adapun sasaran dalam kegiatan pembinaan ini yaitu beberapa orang ibu rumah tangga yang berada di lingkungan RW. 06 PPN Bukit Indah Kelurahan Seketeng yang disatukan menjadi 1 kelompok warga binaan diantaranya :
DAFTAR NAMA WARGA BINAAN
No.
Nama
Umur
Alamat
1
Binti Sari
60 thn
RT. 07/RW.06 PPN Bukit Indah Kel. Seketeng, Kec.
2
Rohani
55 thn
RT. 02/RW.06 PPN Bukit Indah Kel. Seketeng, Kec. Sumbawa
3
Ramlah
64 thn
RT. 07/RW.06 PPN Bukit Indah Kel. Seketeng, Kec.
4
Hernawati
33 thn
RT. 02/RW.06 PPN Bukit Indah Kel. Seketeng, Kec. Sumbawa
5
Nita
28 thn
RT. 02/RW.06 PPN Bukit Indah Kel. Seketeng, Kec. Sumbawa
6
Naning Sudiarwati
29 thn
RT. 02/RW.06 PPN Bukit Indah Kel. Seketeng, Kec. Sumbawa
7
Sulhiah
33 thn
RT. 02/RW.06 PPN Bukit Indah Kel. Seketeng, Kec. Sumbawa
8
Fatmawati
28 thn
RT. 07/RW.06 PPN Bukit Indah Kel. Seketeng, Kec.




B.     Materi Pelatihan
Untuk materi kegiatan membuat dodol pona ini meliputi :
1.      Penjelasan tentang manfaat dan cara  mengolah buah pona secara umum
Buah pona (labu kuning)
Labu merupakan salah satu sayuran yang banyak ditanam dan memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan vitamin untuk kesehatan. Labu memiliki kandungan rendah kalori serta diperkaya dengan kandungan vitamin A, flavonoid poli-fenolik antioksidan seperti leutin, xanthin, dan karoten. Labu termasuk dalam tumbuhan yang cepat tumbuh dan masuk dalam jenis keluarga Cucurbitaceae. Labu adalah salah satu tanaman yang paling populer dibudidayakan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Labu sangat bervariasi dalam bentuk, ukuran dan warna. Umumnya ukuran labu adalah 4-6 kg dan mampu mencapai berat terbesar yaitu 25 kg. Pada umumnya berwarna orange atau kuning beberapa varietas menunjukkan warna hijau gelap, coklat dan abu-abu. Warnanya sangat dipengaruhi oleh pigmen kuning-oranye pada kulitnya.

Manfaat buah labu
Manfaat labu untuk kesehatan yaitu untuk menstabilkan gula darah dengan menjaga pola makan karena kandungan labu merupakan jenis kalori yang rendah gula, meskipun demikian tetap memberikan manfaat untuk tubuh kita dengan memberikan sumber energi. Kandungan magnesium yang terdapat pada labu membuat kita lebih tenang karena mampu membuat rileks saraf, selain itu biji labu mengandung zat besi yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan terutama anemia yang sering terjadi pada wanita. Bagi orang yang ingin melancarkan pencernaan konsumsi labu untuk menjaga pencernaan terutama usus manusia. kita dapat membuat olahan labu secara bervariasi dari mulai sayur labu atau cemilan yang berbahan dasar labu seperti dodol pona (labu kuning).



Prospek usaha buah pona (labu)

Buah labu banyak mengandung vitamin C, vitamin A, juga serat. Tak cuma kolak, labu kuning bisa diolah menjadi aneka macam makanan, baik yang bercita rasa gurih atau manis.Soal rasa, tak perlu diragukan. Tapi anehnya, walau sedap dan luwes, labu kuning kurang populer di kalangan masyarakat kita. Lihat saja para tukang sayur keliling, mereka cuma menjajakan labu kuning pada saat bulan Ramadhan sebagai bahan baku untuk membuat kolak. Hal ini tentu sangat disayangkan. Sebab, labu kuning sebenarnya sangat baik untuk dikonsumsi karena memiliki kandungan gizi yang tinggi, salah satunya pro-vitamin A.
Andaikata setiap hari per orang memakan 70 gram labu kuning, itu cukup untuk memenuhi jumlah asupan vitamin A yang diperlukan oleh tubuh. Kalau buah ini dibuat tepung, cukup hanya mengonsumsi 2,5 gram per hari,” kata Dr Ir Murdijati Gardjito, ketua Kelompok Pemerhati Labu Kuning Yogyakarta. Selain itu, labu kuning juga mengandung vitamin C, serat, dan karbohidrat yang cukup tinggi.Melihat kandungan gizinya, olahan dari labu kuning sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang tua. Lewat sejumlah penelitian yang dilakukan para ahli diketahui pula, labu kuning memainkan peranan penting dalam mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus (kencing manis), arterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), jantung koroner, tekanan darah tinggi, bahkan bisa pula mencegah kanker. Labu kuning merupakan satu-satunya buah yang awet/tahan lama. Labu kuning akan awet asal disimpan di tempat yang bersih dan kering, serta tidak ada luka pada buah ini.
Jika sampai luka, labu kuning akan mengeluarkan semacam gas yang bisa memicu terjadinya berbagai macam perubahan di bagian dalam buah. Seperti dikatakan Murdijati, labu kuning yang bagus bisa disimpan sampai tiga bulan tanpa ada perubahan yang berarti. ”Namun, kalau disimpan selama enam bulan biasanya beratnya sudah turun,” katanya. Buah yang dikenal dengan sejumlah nama lain seperti: waluh, labu merah, labu manis, labu parang (Jawa Barat) atau pumpkin (Inggris) ini, tak cuma dikenal di Indonesia.
Bahkan di sejumlah negara, labu kuning telah dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Tak cuma dibuat makanan atau tepung, buah ini juga dimanfaatkan untuk membuat kosmetik. Aneka olahan dari labu kuning. Sungguh sayang, jika labu kuning cuma dibuat kolak, sayur lodeh, atau sayur bobor. Sebab, buah ini bisa disulap menjadi aneka makanan atau minuman dengan cita rasa yang lezat dan tampilan yang cantik..
Jika biasanya buah labu hanya di buat kolak, maka di sini dikembangkan lagi menjadi olahan makanan yang lain yaitu “dodol pona (labu)” yang pasti tidak mengubah rasa asli dari labu itu sendiri. Dan tujuan lain dari penggunaan labu sebagai bahan dasar bolu ini adalah karena labu memiliki rasa manis yang sehingga bisa meminimalisir penggunaan gula. Dari situ bisa kita lihat dari segi ekonomi kita mampu menghemat penggunaan gula dengan menggantinya dengan buah labu

2.      Alat – alat dan bahan serta cara membuat dodol pona antara lain :
a.      Bahan –bahan :
-          Buah pona (labu kuning)
Description: E:\foto tugas pbk\C360_2015-11-09-12-08-34-610.jpg




-          Kelapa
Description: E:\foto tugas pbk\C360_2015-11-09-12-09-37-031.jpg







-          Gula putih
Description: E:\foto tugas pbk\C360_2015-11-09-12-10-01-710.jpg
-          Vanilli
Description: E:\foto tugas pbk\C360_2015-11-09-12-10-16-878.jpg





b.      Alat – alat :
-          Parutan kelapa
-          Pisau
-          Wajan
-          Kompor
-          Baskom
-          Gelas
-          Loyang
-          Gunting
-          Lesung
-          Kertas/platik untuk membungkus
-          Plastic Mika
c.       Cara membuat dodol pona :
1.      Kupas dan potong pona (labu) menjadi beberapa bagian kecil kemudian direbus / dikukus
2.      Sementara itu parut kelapa lalu disangrai.
3.      Kelapa yang telah disangrai kemudian ditumbuk sampai halus dan mengeluarkan sedikit minyak
4.      Angkat pona (labu) yang telah masak lalu haluskan sampai tidak adalah adonan yang menggumpal.
5.      Untuk mendapatkan dodol yang baik takaran antara pona halus dan gula 1:1 untuk mendapatkan rasa yang pas.
6.      Campurkan semua bahan menjadi satu di dalam wajan besar sambil diaduk sampai semua bahan tercampur rata tambahkan vanili secukupnya.
7.      Masak adonan di atas api sambil terus diaduk selama ±2 jam sampai adonan benar-benar masak dan tidak lengket di wajan.
8.      Setelah adonan masak lalu tuangi ke dalam loyang yang telah disiapkan lalu ratakan sesuai dengan ketebalan yang diinginkan.
9.      Dodol pona harus segera dipotong kecil persegi dalam keadaan panas untuk menghindari dodol pecah apabila dipotong dalam keadaan dingin.
10.  Setelah potongan dodol benar-benar dingin siap untuk dibungkus dan dikemas.
Materi di atas merupakan materi yang harus dikuasai oleh peserta pelatihan sehingga setelah selesai pelatihan peserta dapat mempraktikkannya di lingkungan masyarakat sesuai dengan minat, bakat serta potensi yang dimilikinya.

C. Strategi dan Deskripsi Jalannya Kegiatan
a.       Pada tahap persiapan
-       Identifikasi masalah
Pada 22 Oktober 2015 penulis mengadakan identifikasi masalah dengan melakukan pengamatan di lingkungan sekitar dengan hasil bahwa ibu-ibu kurang memanfaatkan waktu dan potensinya untuk kegiatan yang bermanfaat. Setelah diadakan pengamatan maka diputuskan melakukan kegiatan pembinaan yang dapat menjadi bekal ibu-ibu rumah tangga untuk berwirausaha.
-       Pengajuan ijin
Pada tanggal 23 Oktober 2015 mahasiswa mengajukan ijin kepada Ketua RW 06 PPN Bukit Indah Kelurahan Seketeng yaitu Bpk. Iskandar Tani untuk mengadakan kegiatan Praktek Membuat Dodol Pona bagi ibu-ibu rumah tangga yang ada di lingkungan tersebut.
-       Rekrutmen warga belajar (WB)
Tanggal 24 Oktober 2015 mahasiswa praktikan menemui beberapa ibu-ibu rumah tangga di lingkungan RW 06 PPN Bukit Indah Kelurahan Seketeng untuk diajak bergabung dalam kegiatan pelatihan dengan mengisi biodata pada formulir yang telah disediakan.
-       Penyampaian program kegiatan
Tanggal 25 Oktober 2015 mahasiswa menyampaikan program kegiatan yang akan dilaksanakan bersama dengan warga belajar.  Kegiatan yang akan dilaksanakan disesuaikan dengan minat ibu-ibu rumah tangga di lingkungan RW 06 PPN Bukit Indah Kelurahan Seketeng. Waktu pelaksanaan kegiatan dimusyawarahkan bersama dengan peserta pelatihan.

b.      Tahap pelaksanaan
-       Kegiatan teori
Pembelajaran dilaksanakan 1 kali pertemuan di rumah praktikan yaitu pada tanggal 7 November 2015 dengan tatap muka secara langsung dan dilakukan pada sore hari. Narasumber memberikan materi yang mudah dipahami dengan menggunakan  metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan pengamatan. Agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik, dalam kegiatan tidak bersifat kaku artinya kedudukan kita sama tidak ada yang lebih tinggi dan ibu-ibu mempunyai kebebasan untuk mengeluarkan ide atau gagasan dalam kegiatan pembinaan.
-       Kegiatan praktik
Pada hari Minggu tanggal 8 November 2015 mahasiswa bersama warga binaan mengadakan kegiatan praktik membuat dodol pona sesuai dengan teori yang telah dipelajari sebelumnya. Kegiatan praktik dilaksanakan pada pagi hari karena proses membuat Dodol pona butuh waktu sedikit lama. Kegiatan berlangsung sangat antusias. Semua peserta pelatihan aktif mengikuti kegiatan praktik.
-       Kegiatan evaluasi
Pada tanggal 9 November 2015 melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi hasil kegiatan pelatihan membuat dodol pona. Hasil yang diperoleh pada pelatihan ini sangat memuaskan. Tekstur dan rasa  dodol pona sesuai dengan yang diharapkan.

c.       Tahap pelaporan
Setelah pelatihan dilaksanakan maka tahap selanjutnya adalah membuat laporan hasil pelatihan. Pada tanggal 22 November 2015 mahasiswa melakukan konsultasi laporan hasil kegiatan sebelum dikumpulkan. Tutor mengadakan koreksi terhadap hasil laporan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Laporan hasil pelatihan praktik membuat dodol pona dibuat dalam rangkap 3 yaitu :
1.    Dikirim sebagai bukti ke UPBJJ Mataram
2.    Diserahkan ke pengelola Pokjar Sumbawa
3.    Arsip mahasiswa 

  




BAB III
TEMUAN DAN HASIL

A.    TEMUAN DAN HASIL EVALUASI PROSES
Dari proses pelaksanaan kegiatan terdapat beberapa  temuan baik yang bersifat positif maupun negative antara lain:
-          Temuan positif :
a.       Tingkat kehadiran warga belajar sangat tinggi. Dari 4 kali pertemuan tingkat kehadiran warga belajar mencapai 100%.
b.      Proses pembelajaran berlangsung sangat kooperatif. Hampir  semua anggota kelompok mengajukan argument dalam diskusi (problem solving)
c.       Proses pembelajaran berlangsung sangat antusias. Semua warga belajar aktif dalam mengikuti pembelajaran.

-           Temuan Negatif
a.       Sarana pembelajaran yang sangat terbatas.
b.      Waktu kegiatan yang selalu harus disesuaikan dengan kesempatan warga belajar.

B.     TEMUAN DAN HASIL EVALUASI PRODUK

1.      Tahap Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Praktek Membuat Dodol Pona
Keterangan :
Kriteria penilaian :
0        :    tidak ada
1        :    ada sedikit
2        :    ada tidak lengkap
3        :    ada semua
Nilai Akhir
Kualifikasi nilai :
81 – 100          :    amat baik
61 – 81            :    baik
41 – 60            :    cukup
≤21 – 40          :    kurang
2.      Tahap Pelaksanaan Kegiatan Praktek Membuat Dodol Pona
Keterangan :
Kriteria penilaian :
0        :    gagal
1        :    cukup
2        :    bagus
3        :    bagus sekali
Nilai Akhir
Kualifikasi nilai :
81 – 100          :    amat baik
61 – 81            :    baik
41 – 60            :    cukup
≤21 – 40          :    kurang


3.      Hasil Pelaksanaan Kegiatan Praktek Membuat Dodol Pona
Keterangan :
Kriteria penilaian :
0        :    gagal
1        :    cukup
2        :    bagus
3        :    bagus sekali
Nilai Akhir
Kualifikasi nilai :
81 – 100          :    amat baik
61 – 81            :    baik
41 – 60            :    cukup
≤21 – 40          :    kurang

C.     PEMBAHASAN
Berdasarkan data  pada temuan dan hasil evaluasi proses dan produk kendala yang dihadapi adalah minimnya sarana pembelajaran untuk mendukung keberhasilan kegiatan pelatihan. Idealnya sarana pembelajaran yang sangat efektif pada kegiatan ini menggunakan LCD atau youtube untuk memaparkan materi pelatihan agar mudah dan cepat dipahami oleh warga belajar. Tetapi untuk mengatasi hal ini saya fotocopy  bahan materi pelatihan untuk dibagikan kepada masing-masing warga belajar.
Pada tahap pelaksanaan kegiatan praktik pembuatan dodol pona hasil yang dicapai tidak mencapai 100% yaitu pada aspek keaktifan . Hal ini disebabkan oleh 3 orang warga belajar tersebut masih mempunyai balita yang pada waktu tertentu harus pulang untuk menyusui anak mereka. Tetapi walaupun demikian prosedur kerja dalam membuat dodol pona telah mereka kuasai sehingga tidak berpengaruh pada hasil akhir. Hal ini terbukti dari rasa, tekstur dan kematangan produk hasilnya sangat memuaskan.
Dari hasil pembuatan Dodol Pona memiliki prospek yang sangat menjanjikan, karena dodol pona ini sangat diminati oleh masyarakat sebagai salah satu oleh-oleh khas daerah Sumbawa.
Untuk membuat 1 kg Dodol Pona seharga Rp. 80.000 per kilogram maka diperlukan biaya produksi sebagai berikut :
No.
Bahan
Banyaknya
Harga (RP)
1
Pona (labu)
2  kg
15.000
2
Gula putih
1 kg
8.000
3
Kelapa
1 butir
5.000
4
Vanilli
secukupnya
5.000
5
Minyak tanah
1 botol
5.000
Jumlah
38.000

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa untuk membuat 1 kg Dodol Pona memerlukan biaya Rp. 38.000 dengan harga jual 1 kg Rp. 80.000 maka keuntungan yang diperoleh dalam 1 kg yaitu Rp. 42.000. Dalam 1 kg Dodol pona dapat dikemas dalam kemasan kotak sebanyak 8 kotak dengan harga per kotak RP. 10.000. Dengan demikian jika ingin membuat Dodol pona sebanyak 100 kotak sehari maka memerlukan 12,5 kg pona (labu) dengan keuntungan yang akan diperoleh sebesar Rp. 525.000.

D.    GAMBARAN KEAKTIFAN
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa :
-          kegiatan praktek membuat dodol pona yang diikuti oleh 8 orang ibu-ibu rumah tangga di lingkungan RW 06 PPN Bukit Indah Kelurahan Seketeng berjalan secara aktif dan sesuai dengan prosedur yang diberikan oleh pemateri.
-          Hasil kegiatan benar-benar mendekati sempurna karena dilihat dari nilai rata-rata yang diperoleh warga belajar kategori sangat memuaskan. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi warga belajar untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam membuat dodol pona.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan paparan kegiatan pembahasan temuan proses dan produk maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan praktik membuat Dodol Pona dapat :
1.      Menambah pengetahuan tentang cara membuat Dodol Pona dengan benar bagi ibu-ibu rumah tangga yang ada di lingkungan RW 06 PPN Bukit Indah Kelurahan Seketeng .
2.      Keterampilan ibu-ibu rumah tangga ini bisa menjadi sebuah peluang usaha  yang memiliki prospek cerah untuk kedepannya, terutama di daerah Rw. 06 Bukit Indah PPN Sehingga berpengaruh pada peningkatan perekonomian khususnya ekonomi warga binaan.
3.      Mengurangi tingkat pengangguran di lingkungan sekitar

B.     Saran
Mengingat kegiatan pembinaan ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu rumah tangga maka dapat disarankan hal-hal sebagai berikut :
1.      Agar sering dilaksanakan kegiatan semacam ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat meningkatkan nilai ekonomi keluarga
2.      Kegiatan semacam ini perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat khususnya pemerintah kelurahan agar nantinya dapat memanfaatkan sumber daya yang ada sehingga pada akhirnya meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

C.     Tindak Lanjut
Kegiatan pembinaan ini perlu ditindaklanjuti melalui beberapa kegiatan berikutnya berupa :
1.      Pendampingan para warga belajar agar selesai dari pelatihan ini dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari
2.      Perlu dijalin kerjasama dengan pihak pemerintah agar warga binaan dapat memperoleh fasilitas dalam bentuk peralatan maupun permodalan agar mereka bisa mengembangkan diri dan meningkatkan produktifitas.
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar